Agama Merupakan Usaha Manusia Untuk Menemukan Makna Dan Nilai Kehidupan

 

agama merupakan usaha manusia untuk menemukan makna dan nilai kehidupan

Namun, kajian saya tentang sejarah agama telah mengungkapkan bahwa. Ada alasan kuat untuk berpendapat bahwa Homo sapiens juga merupakan Homo religius. Manusia mulai menyembah dewa-dewa segera setelah mereka menyadari diri sebagai manusia mereka menciptakan agama-agama pada saat yang sama ketika mereka menciptakan karya-karya seni.

Ini bukan hanya karena mereka ingin menaklukkan kekuatan alam keimanan awal ini mengekspresikan ketakjuban dan misteri yang senantiasa merupakan unsur penting pengalaman manusia tentang dunia yang menggentarkan, namun indah ini.

Sebagaimana seni, di tengah derita yang menimpa wujud kasatnya. Seperti aktivitas manusia lainnya, agama dapat disalahgunakan, bahkan tampaknya justru itulah yang selalu kita lakukan.

Ini bukanlah hal yang secara khusus melekat pada para penguasa atau pendeta sekular yang manipulatif, tetapi adalah sesuatu yang sangat alamiah bagi manusia. Manusia Adalah Makhluk Spiritual. Sekularisme kita sekarang ini merupakan eksperimen yang sepenuhnya baru, yang belum pernah ada presedennya di dalam sejarah manusia.Kita masih perlu menyaksikan keberhasilannya.

Karena hal terpenting adalah ini betapa pun mereka mengiyasinya dengan retorika misteri dan ke ajaiban, alam semesta mereka dari kekuatan buta. Dalam alam semesta ilmiyah materi datang sebelum pikiran. Pikiran adalah materi yang tak terduga, tidak penting dan tidak ada hubungannya dengan seorang ilmuwan menjelaskan sejauh itu sebuah penyakit materi.

Pada sisi lain dalam alam semesta materi dari sisi pikiran yang di jelaskan buku ini, hubungan materi dan pikiran jauh lebih akrab. hubungan itu adalah hubungan dinamis yang hidup. Segalanya dar alam semesta ini hidup dan sadar hingga taraf tertentu, menggapa kepekaan dan kecerdasan hingga kebutuhan kita yang terdalam dan terlembur.

Dalam alam semesta dan pikiran, tidak saja materi hidup tumbul dari pikiran. Tuhan tetapi, Ia diciptakan untuk memberikan keadaan yang sesuai dengan pikiran manusia. Lebih lagi pikiran manusia masih tepat sebagai pusat dari cosmos., mengasu dan menanggapi keperluannya. Oleh karna itu, materi di gerakan oleh pikiran manusia mungkin tidak untuk lingkup yang sama tetapi dalam cara yang sama bahwa materi digerakan oleh pikiran Tuhan. Semoga kalin dapat faedahnya  setelah apa yang sudah di jabarkan di atas. Dan artikel ini dari  http://988poker.me/ Terimakasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *