Dengan sangat kurang tentang pikiran kita. Kita cenderung mengikuti atribut intelektual yang berlaku memandang pikiran tidak lebih seperti perasan, citra, dan lain-lain terapi dengan hanya itu sendiri sudah memiliki nilai penting yang sebenarnya sekadar kata-kata–mungkin dengan sebuah penumbra dari hal lain tetapi, jika kita tinggal dalam pandangan modern ini, meski hanya sejenak. kita akan menemukan bahwa pikiran pengalaman sehari-hari. Ambillah sebuah pikiran yang “Aku seharusnya tidak merupakan menelepon ibuku malam ini.”

Jika kita sekarang mencoba pikiran seperti ini ketika pikiran itu terangkai melalui dangan kesadaran kita, dan jika kita mencoba menahan kembali untuk bisa memberikan sedikit cahaya padanya, kita mungkin bisa melihat bahwa pikiran membawa sebuah kelompok longgar dari tampaknya biasa dan tidak penting seperti kelompok kata, seperti yang mungkin terlihat pada sebuah ujian nasosiasi kata psikoanalis. Jika kita kemudian memusatkan pikiran keras, mungkin sekali akan tampak bahwa kelompok ini yang mengandung perasaan-dan bahkan mungkin juga membawa serta dorongan kemauannya sendiri.

Artikel Ini Di Persembahkan Oleh  Prediksi Sepak Bola

Perasaan berdosa saya karena tidak menelepon ibu saya sebelum ini, seperti yang kita ketahui sekarang dari psikoanalis, memiliki akar dalam sebuah kumpulan simpul perasaan yang kembali ke masa kanak-kanak-keinginan, kemarahan, perasaan kekalahan, dan di khianati, ketergantungan dan keinginan untuk merdeka. Ketika saya dalam merenungkan perasaan kegagalan saya, dorongan lain muncul nostalgia ketika segalanya lebih baik, mungkin, ketika ibu saya dan saya berkumpul-dan sebuah pola kuno kebiasaan tercipta kembali.

Ketika kita kembali berusaha untuk menjabarkan, itu akan selalu membingungkan. Tindakan mengamati telah mengubahnya, mengakibatkan berbagai reaksi, bahkan mungkin kadang-kadang reaksi berlawanan. Pikiran tidak pernah diam. Pikiran adalah benda hidup tidak pernah bisa dikenali secara jelas dengan huruf-huruf mati bahasa.

Itulah sebabnya Schopenhauer, seorang filsuf mistik yang terkenal lagi pada inti buku ini, berkata bahwa “begitu Anda mencoba memasukkan pikiran pada kata-kata, pikiran itu tidak lagi benar. Seluruh dimensi terletak bercahaya dalam sisi gelap, bahkan pada pikiran yang paling biasa dan membosankan.