Selama berkeliling Jepang untuk menulis artikel ini banyak hal lucu dan menarik yang bisa ditemui. Banyak juga cerita-cerita mencengangkan yang bisa di dengar dari petugas penginapan. Sebagian akan kami bahas disini, dan berikut adalah penjelasan apa saja hal yang bisa Anda temui di Jepang.

Ada hutan khusus untuk bunuh diri, di kaki Gunung Fuji. Ya, benar. Anda tidak salah membaca dan Anda pun tidak bisa mengada ada. Nama hutan tersebut adalah Aokigahara. Siapa sangka Gunung Fuji yang terlihat sempurna memiliki sebuah tempat untuk mengakhiri hidup seseorang. Pamor Aokigahara sebagai akhir dariperjalanan bermulakarena sebuah novelyang berjudul Kuroi Jukai atau Black Forest.

Berkunjung ke Aokigahara Hutan Tempat Bunuh Diri Yang Seram

Aokigahara Hutan Tempat Bunuh Diri

Hutan itu memang terkenal di Jepang sebagai lokasi bunuh diri. Jumlah korban bunuh diri di hutan tersebut tidak dipublikasikan agar tempat itu tidak semakin populer. Secara keseluruhan, jumlah korban bunuh diri di Jepang cukup tinggi. Bahkan, Jepang termasuk 10 negara dengan rata-rata bunuh diri tertinggi di dunia. Berdasarkan catatan resmi, terdapat 21.897 orang yang meninggal dunia akibat bunuh diri di Jepang pada 2016. Angka itu termasuk yang paling rendah selama 20 tahun terakhir.

Di dalam novel tersebut terdapat adegan pasangan muda yang memutuskan untuk bunuh diri di sebuah hutan bernama Aokigahara. Semenjak itu, angka kematian di hutan itu semakin meningkat. Walau Jepang termasuk salah satu negara dengan angka bunuh diri yang tinggi, pemerintah tetap melakukan segala cara untuk mengatasi fenomena ini.

Mengenal Hutan Seram Aokigahara Di Jepang

Hal itu termasuk memberikan papan peringatan (dalam bahasa Jepang dan Inggris) di Hutan Aokigahara supaya mereka yang berniat untuk memutuskan hubungan dengan kehidupan, da- pat mengurungkan niatnya. Bicara tentang angka, ternyata terdapat lebih dari 30.000 orang Jepang yang bunuh diri setiap tahunnya.

Namun, karena gigihnya pemerintah dan para pekerja sosial, angka tersebut dinyatakan menurun pada 2010 kemarin dan diharapkan akan terus berkurang. Ada tiga hal penyebab orang Jepang mudah sekali untuk meninggalkan kehidupannya, yaitu tidak bekerja (atau dipecat dari pekerjaan), depresi berkepanjangan, dan tekanan dari lingkungan. Sekian artikel dari http://988sport.net/ semoga bermanfaat bagi Anda.