Sbobet – Sejarah Taman Nasional Way Kambas adalah satu dari dua kawasan yang terdiri dari taman nasional di Propinsi Lampung selain Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 670 / Kpts-II / 1999 tanggal 26 Agustus 1999, kawasan TNWK memiliki luas lebih kurang 125.631,31 ha. 
Secara Nasional Taman Nasional Way Kambas terletak antara 40 ° 37 ‘- 50 ° 16’ Lintang Selatan dan antara 105 ° 33 ‘- 105 ° 54’ Bujur Timur. Berada di bagian tenggara Pulau Sumatera di provinsi Lampung. Pada tahun 1924 kawasan hutan Way Kambas dan Cabang disisihkan sebagai kawasan hutan lindung, bersama-sama dengan beberapa kawasan hutan yang tergabung di dalamnya.  Berdasarkan sejarah Pendirian kawasan pelestarian alam Way Kambas dimulai sejak tahun 1936 oleh Residen Lampung, Mr. Rookmaker, dan disusul dengan Surat Keputusan Gubernur Belanda tanggal 26 Januari 1937 Stbl 1937 Nomor 38. 
Pada tahun 1978 Suaka Margasatwa Way Kambas mengubah menjadi Kawasan Pelestarian Alam (KPA ) oleh Menteri Pertanian dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 429 / Kpts-7/1978 tanggal 10 Juli 1978 dan dikelola oleh Sub Balai Kawasan Pelestarian Alam (SBKPA).  Kawasan Pelestarian Alam diubah menjadi Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) yang dikelola oleh SBKSDA dengan luas 130.000 ha. Pada tahun 1985 dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 177 / Kpts-II / 1985 tanggal 12 Oktober 1985. Pada tanggal 1 April 1989 bertepatan dengan Pekan Konservasi Nasional di Kaliurang Yogyakarta, dideklarasikan sebagai Kawasan Taman Nasional Cara Kambas terkait Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 444 / Menhut-II / 1989 tanggal 1 April 1989 dengan luas 130.000 ha.  Kemudian pada tahun 1991 atas dasar Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 144 / Kpts / II / 1991 tanggal 13 Maret 1991 dinyatakan sebagai Taman Nasional Way Kambas, dimana dikelolanya oleh Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Way Kambas yang bertanggung jawab langsung ke Balai Konsevasi Sumber Daya Alam II Tanjung Karang. Dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 185 / Kpts-II / 1997 tanggal 13 maret 1997 dimana Sub Balai Konsevasi Sumber Daya Alam Way Kambas ditetapkan sebagai Balai Taman Nasional Way Kambas.  Sejarah Alasan ditetapkannya kawasan tersebut sebagai kawasan pelestarian alam, adalah perlindungan kawasan yang kaya akan pembohong, perlindungan tapir (Tapirus indicus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), enam jenis primata, rusa sambar (Cervus unicolor), kijang ( Muntiacus muntjak), harimau Sumatera (Panthera tigris), beruang madu. Badak Sumatra pada saat itu belum ditemukan jadi salah satu pertimbangan yang digunakan sebagai dasar penetapannya. 
Namun demikian, setelah ditetapkan sebagai kawasan suaka margasatwa terbesar selama dua puluh tahun, sebagian besar pada periode 1968 – 1974, kawasan ini semakin sulit habitatnya, yaitu kawasan komplek yang dibuka untuk Hak Pengusahaan Hutan, kawasan ini mencari apa saja termasuk kawasan, banyak dikunjungi Kerusakan.