Rasanya ada yang kurang jika pergi ke luar negeri tanpa membeli sesuatu untuk dibawa ke tanah air. Lain dengan orang Barat yang lebih mementingkan melihat museum atau pusat kebudayaan setempat ketimbang berbelanja.

Karena itulah istilah backpacker pertama muncul dari kebiasaan orang Barat untuk bepergian secara murah meriah tanpa peduli harus belanja ini itu sebagai oleh-oleh atau pun untuk keperluan pribadi. Oleh- oleh menurut kacamata backpacker adalah cerita perjalanan dan koleksi foto.

Simple, tapi priceless. Begitu juga dengan teman-teman saya yang berasal dari negara Barat. Entah kebetulan mereka ini memang tidak suka berbelanja atau pelit, setiap kali mengunjungi saya di indonesia atau pun Singapura, tidak sekalipun saya pernah melihat mereka heboh membeli oleh-oleh.

Kebudayaan Yang Sampai Sekarang Masih Ada Membelikan Oleh-oleh

Orang Indonesia Pasti Akan Membeli Oleh-oleh

Kalau pun membeli cenderamata, paling hanya satu atau dua buah. Tiga buah sudah paling banyak. Lain dengan itu sebagai orang Indonesia yang selalu berbagi kesenangan (membeli oleh-oleh) dengan orang-orang terdekat.

Budaya untuk mengoleh-olehi keluarga, teman, dan rekan kerja memang sudah mendarah daging bagi orang Indonesia. And in some ways, saya rasa budaya tersebut patut dilestarikan. Kembali lagi ke topik belanja, Singapura yang dijuluki sebagai salah satu tempat belanja terbaik di Asia

(bersaing dengan Hong Kong dan Jepang)memiliki beberapakategori pusat perbelanjaan.shopping mall (yang terdapat di Orchard Road, Bugis, City Hall, dan stasiun-stasiun MRT), pasar (ada dua buah pasar di Singapura.

pasar komersial yang diperuntukkan bagi para turis-seperti Bugis Street Shopping dan Pagoda Street di Chinatown, dan pasar malam-yang lebih banyak dikunjungi oleh warga lokal), outlet atau yang lebih sering disebut sebagai factory outlet, dan bazar atau pameran. Itulah Artikel Dari  988sport.net.